MASS TOURISM

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak kawasan wisata yang menarik, diantaranya adalah wisata massal (mass tourism, mass travel). Perjalanan wisata telah dikenal orang sejak abad ke-19 dan semakin dikenal setelah berakhirnya Perang Dunia II (akhir 1950-an – awal 1960-an).

 

Apa dan Bagaimana Pariwisata Massal?

Ditinjau dari pengertian hakiki, yang dimaksud dengan Pariwisata Massal tidak lain adalah:
Penyelenggaraan Pariwisata (Perjalanan Wisata) yang melibatkan wisatawan dalam jumlah banyak, berombongan dan dalam pengaturan yang boleh dikatakan hampir standar dalam hal pengaturan waktu, tempat yang dikunjungi, fasilitas (penerbangan, hotel dll) yang digunakan dan ditetapkan dalam paket yang standar.
Pariwisata massal terkadang diselenggarakan dengan angkutan udara charter,sehingga mencapai jumlah wisatawan lebih dari 100 orang sekali angkut, bahkan belakangan dengan adanya pesawat berbadan lebar dan besar, jumlah wisatawan sekali angkut bisa mencapai 350 s/d 400-an. Demikian juga halnya dengan pariwisata pelayaran (cruise) bisa mencapai ribuan wisatawan sekali angkut.
Wisatawan itu akan dikelompokkan dalam group-group yang lebih kecil sesuai dengan paket-paket yang ditawarkan oleh penyelenggara (Tour Operator) dan tersebar ke berbagai destinasi di negara tujuan.
Pariwisata massal dapat juga terjadi pada kesempatan penyelenggaraan suatu peristiwa (event) di suatu negara, seperti misalnya olimpiade, piala dunia sepakbola, lomba mobil/motor (F-1, motor race), kejuaraan tennis dunia, kejuaraan dunia badminton, ASIAN dan ASEAN Games, dsb.
Namun demikian, bukan tidak mustahil, event-event seperti tersebut disertai juga dengan terselenggaranya  pariwisata berkualitas (quality tourism), tergantung kemasan yang ditawarkan penyelenggara tour tersebut.

 

Awal Mula Pariwisata Massal

Pariwisata massal berkembang setelah terjadinya perkembangan teknologi dalam komunikasi dan transportasi yang memungkinkan pengangkutan banyak orang, seperti berkembangnya telepon, telegraf dan perkereta-apian di Eropa dan Amerika, perkembangan teknologi penerbangan dll., bahkan dewasa ini, didukung dengan perkembangan teknologi informasi elektronik perkembangan kepariwisataan dunia semakin cepat dan meluas . Di samping itu, di awal abad ke-20, sebagian besar orang mulai menikmati manfaat waktu luang sehingga mereka mengisinya dengan berlibur.
Terjadinya mass tourism diawali oleh Thomas Cook yang menyelenggarakan Paket Wisata pertama pada tanggal 5 Juli 1841, yang kemudian disusul oleh tour operator lain-lainnya. Dengan demikian Thomas Cook menjadi Tour Operator yang pertama di dunia yang menyelenggarakan paket-paket wisata dan disebutnya sebagai “Bapak Pariwisata Massal Modern” (The Father of Modern Mass Tourism). Pada saat itu baru berkisar di dalam negeri Inggris saja, namun kemudian berkembang ke destinasi-destinasi lain di Eropa, Afrika bahkan juga ke Amerika.

 

Pandangan terhadap Mass Tourism

Seiring dengan perjalanan waktu, terjadi perubahan pandangan atas dampak pengembangan kepariwisataan bagi negara yang bersangkutan. Oleh sebagian kelompok, pariwisata massal dipandang sebagai memiliki peluang menimbulkan degradasi bahkan destruksi atas lingkungan, baik lingkungan alam maupun lingkungan budaya dan sosial dan kebanyakan “wisata massal lebih berorientasi  mendapatkan keuntungan secara ekonomi semata dengan mengedepankan sistem ekonomi kapitalistik”, kawasan wisata massal yang di bangun maupun pelayannya lebih banyak menyajikan hiburan yang mampu menampung kapasitas pengunjung lebih banyak tanpa memperhitungkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun sosial. Menurut Kodhyat (1997:75) dalam buku Tourism Technology and Competitive Strategies menyebutkan bahwa “pariwisata massal sebagai pariwisata modern atau konvensional, di mana jenis pariwisata ini memiliki ciri-ciri yakni kegiatan wisata berjumlah besar (Mass Tourism), sebagian dikemas dalam satuan paket wisata, pembangunan sarana dan fasilitas kepariwisataan berskala besar dan mewah memerlukan tempat-tempat yang dianggap strategis serta memerlukan tanah yang cukup luas.

 

Berbagai negara di dunia kemudian berupaya mengubah arah pengembangan kepariwisataannya dari mass tourism ke arah “Pariwisata Berkualitas” (quality tourism), di mana quality tourism diyakini bisa lebih bermanfaat tidak saja bagi kehidupan ekonomi negara dan bangsa, namun juga bermanfaat dalam hal kemajuan masyarakat secara utuh dan sinambung, berkelanjutan untuk masa yang sangat panjang (sustainable), atau bahkan tak terbatas waktu, baik dalam hal kesejahteraan ekonomi, maupun kehidupan sosial budayanya. Keterlambatan mengubah arah dari mass tourism ke quality tourism akan semakin sukar dilakukan, mengingat kondisi dan situasinya yang dihadapkan pada persaingan yang datang dari destinasi wisata murah dan asri di satu sisi dengan destinasi di sisi lain yang merupakan peninggalan pengembangan berlebihan selama puluhan tahun sebelumnya.

 

Implikasinya di tanah air

Bagi Indonesia, Bali merupakan daya tarik utama bagi berbagai motivasi perjalanan wisata, mulai dari wisata pesiar (pleasure) sampai wisata bisnis (termasuk konferensi), dari wisata bawah laut sampai puncak gunung, dari wisata budaya sampai wisata petualangan, bahkan penyelenggaraan Miss World sekali pun Bali mampu melayaninya. Baru-baru ini ada pula wacana untuk menjadikan Bali sebagai destinasi golf. Maka semakin lengkaplah Bali.
Pemanfaatan Bali sebagai Destinasi yang “Serba Ada dan Serba Bisa” hingga dewasa ini, dikhawatirkan dalam tempo yang tidak terlampau lama, aKan menjadikan Bali over-exploited, over-loaded, bahkan menuju kehancuran jika tidak diimbangi dengan pengembangan destinasi-destinasi lainnya yang mampu berperan sebagai “pengganti” (substitute) atau alternatif dilengkapi pengembangan atraksi, fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai dan mengimbangi Bali. Agaknya, sudah saatnya sekarang ini untuk melakukan upaya-upaya tersebut. (https://caretourism.wordpress.com/2013/09/20/pariwisata-massal-dan-implikasinya/)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s